Senin, 01 Februari 2016

Job Description Operations Supervisor

Job Description Operations Supervisor - Consultant supervisor should make a detailed description of the activities to suit every piece of work supervision of implementation encountered in the field, which in outline is as follows:
Preparatory work

    
Work program, the allocation of power and conception of supervisory work.
    
Checking Time Schedule / Bar Chart, S-Curve, and Net Work Planning submitted by the contractor to subsequently forwarded to the project manager for approval.

Job Duties Technical Supervision Field.

    
Carrying out supervisory work in general, field supervision, coordination and inspection activities for the implementation of the technical development and technical administration can be carried out continuously until the work submitted for the second time.
    
Overseeing the correctness of size, quality and quantity of materials or building components, tools and equipment for the implementation work in the field or other workplace.
    
Overseeing the progress of implementation and take appropriate action and quickly, so that the implementation deadline at least according to a set schedule.
    
Giving enter technical opinion on the addition or reduction in work time and costs as well as an effect on the contract terms, to obtain the consent of User Services.
    
Provide guidance, not as far as the command of the reduction and the additional costs and time jobs and do not deviate from the contract, can be directly delivered to the contractor, by written notice to the Project Manager.
    
Provide assistance and guidance to the Contractor in getting permits in connection with the construction work.


Consultation.

    
User Services to conduct consultations to discuss any issues and problems that arise during construction.
    
Meeting on a field on a regular basis, at least twice a month, with User Services, planners and builders for the purpose of discussing problems and issues that arise in the implementation, to then make the minutes of the meeting and sent to all parties concerned, and be received no later than 1 weeks later.
    
Meetings held outside the regular schedule, if deemed urgent.

Report.

    
Reports provide technical and administrative and technical opinion to the User Services, the volume, the percentage and value of the weight parts of the work to be performed by the Contractor.
    
Real progress reporting work carried out and compared with the approved schedule.
    
Reported the building materials used, the amount of labor and tools used.
    
Examine the images created additional work by the contractor primarily resulting added or reduced work, created by the Contractor (Shop Drawing).

Document.

    
Receive news and prepare the event in connection with the completion of work in the field, as well as for the purposes of payment of installments.
    
Examine and prepare a list of volume and value of work, as well as the addition or subtraction of work for purposes of payment.
    
Preparing forms, daily, weekly and monthly, Minutes of the progress of work, the First and Second Submission forms and other necessary documents to the needs of development and registration purposes as building state

Arsitek Profesional dan perannya dalam dunia kerja

Seperti halnya dokter, akuntan dan pengacara, arsitek adalah profesi yang menjual jasanya kepada masyarakat. Keberadaan arsitek diakui untuk mengurusi segala permasalahan mengenai rancang bangun, mulai dari penyusunan konsep perancangan hingga pengawasan berkala sampai akhirnya menjadi sebuah produk arsitektural. Selain itu, seorang arsitek juga mempunyai tanggung jawab secara moral seumur hidup terhadap karya-karyanya. Peran arsitek di dalam kehidupan masyarakat sangat penting karena arsitek sebagai salah satu komponen masyarakat yang berperan di dalam pembentukan peradaban kehidupan manusia. Arsitek sebagai profesi yang menciptakan ruang bagi aktifitas dan kelangsungan hidup manusia dituntut selalu peka terhadap perkembangan zaman dan teknologi serta sedapat mungkin selalu membela kepentingan masyarakat umum. Seiring dengan kemajuan dan pembangunan yang terjadi di Indonesia, profesi arsitek juga semakin mendapat tempat di masyarakat. Meskipun tidak sepopuler dokter, peran kerja arsitek dalam pengabdian kepada masyarakat semakin dihargai. Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, arsitek dituntut menguasai ilmu arsitektur yang dipadukan dengan berbagai disiplin ilmu lain yang selalu berkembang dengan dinamis. PENDAHULUAN Profesi arsitek sangat berperan penting dalam pembangunan dan masyarakat. Arsitek dapat berperan di segala hal, mulai dari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan atau di luar dari bidang kearsitekturan. Banyak tantangan yang dijalani oleh seorang lulusan sarjana arsitektur dewasa ini, demi memulai kariernya sebagai seorang arsitek profesional. Banyaknya lulusan sarjana arsitektur di Indonesia, lapangan kerja yang makin menyempit serta persaingan dengan tenaga kerja arsitek asing yang makin banyak dijumpai, mengingat dunia kerja nantinya akan lebih cenderung mempersyaratkan standar-standar kemampuan dari sebuah profesi professional macam arsitek. Pada umumnya, fresh graduate s1 jurusan arsitektur yang ingin menjalani karir profesionalnya sebagai arsitek profesional akan bergabung dengan konsultan perencana dan perancangan untuk bekerja mencari nafkah sekaligus ilmu yang bersifat praktek untuk nantinya menjadi bekal bagi dirinya untuk menjadi arsitek profesional. Selain itu, para lulusan baru ini juga dapat bergabung dengan konsultan pengawas serta perusahaan pengembang perumahan (Real Estates development) yang secara kangsung sangat memerlukan keahlian para arsitek. Untuk itu sangap penting mulai dari sekarang mahasiswa arsitektur yang nantinya berkeinginan untuk menjadi arsitek professional mengetahui langkah-langkah menjadi arsitek professional serta perannya dalam dunia kerja. Selain itu mahasiswa diharapkan memperkaya dan memperdalam ilmu dan pengalaman dalam bidang arsitektur. TINJAUAN PROFESI ARSITEK Pengertian Arsitek Kata Arsitek berasal dari bahasa Yunani, Architekton yang merupakan rangkaian dua kata yaitu Archi yang berarti pemimpin atau yang pertama, dan Tekton yang berarti membangun. Jadi Arsitek adalah pemimpin pembangunan (master builder). Sumber : Budiharjo. E.1997, Jati Diri Arsitek Indonesia. Penerbit Alumni. Bandung. Sedangkan menurut Keputusan Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor 023/KPTS/CK/1992, yang disebut perencana / arsitek / konsultan perencana / konsultan ahli adalah perorangan atau badan hukum yang melaksanakan tugas konsultasi dalam bidang perencanaan karya bangunan atau perencanaan lingkungan beseerta kelengkapannya. Dalam buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Pemberi Tugas (Ikatan Arsitek Indonesia, IAI) disebutkan bahwa Arsitek adalah Perorangan ataupun Badan usaha yang dengan mempergunakan keahliannya dan berdasarkan suatu pemberian tugas mengerjakan perencanaan, perancangan dan pengawasan pembangunan, memberikan nasehat atau jasa-jasa lain yang berhubungan dengan perancangan dan pengawasan gedung, tata ruang dalam pertamanan, perancangan kota, pembagian kota dan jalan-jalan dan jembatan. Sejarah Pendidikan Arsitektur di Indonesia Profesi arsitek di Indonesia tergolong masih baru. Dimulai dengan berdirinya “ Technische Hoge School (THS) “ di zaman sebelum Perang Dunia Ke II yang kemudian menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada saat itu di ITB hanya ada jurusan Sipil dimana Bung Karno pernah menjadi mahasiswa di sana. Di Technische Hoge School (THS) negeri Belanda sendiri hanya ada jurusan yang disebut Bouwkunde (Ilmu Bangunan) yang menghasilkan arsitek-arsitek tetapi lebih condong ke ilmu bangunan sipil. Sumber : Budiharjo.E.1997, Arsitek dan Arsitektur Indonesia Menyongsong Masa Depan. Penerbit Andi. Jogjakarta. Pendidikan arsitektur di Indonesia pada dasarnya telah dimulai sebelum dibukanya “ Bouwkundige Afdeeling “ pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia 1950. sebagai jurusan baru pada Fakultas yang menganut sistem pendidikan Belanda, maka sistem pendidikan Arsitektur pada watu itu pada hakikatnya mengikuti sistem Belanda. Program pendidikannya mengarah pada persiapan sarjana teknik bangunan dengan lama pendidikan 5 tahun. Sejak tahun 1960 pendidikan Arsitektur mulai lahir di luar kampus Ganeca, baik yang dikelola oleh pemerintah ataupun swasta. Jurusan baru tersebut selalu berorientasi pada sistem pendidikan arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang sejak tahun 1959 menjadi seksi Arsitektur Bagian Arsitekrur dan Seni Rupa. Peran arsitek lulusan pendidikan arsitektur dapat dilihat dari hasil karya mereka. Banyak karya yang dpat dikatakan berhasil, tetapi banyak pula yang dipertanyakan oleh masyarakat. Di samping itu hanya 20 – 25 % lulusan arsitektur yang berprofesi dibidangnya sedang yang lain berkarya diluar bidang profesi arsitektur. Macam pekerjaan yang dapat ditekuni oleh para arsitek cukup banyak, walaupun latar pendidikannya adalah teknik arsitektur. IKATAN ARSITEK INDONESIA (IAI) Pengertian Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) merupakan Lembaga resmi tertinggi dalam dunia arsitektur profesional yang mengatur tata laku profesi arsitek Indonesia. IAI didirikan secara resmi pada tanggal 17 September 1959 di Bandung. Pada usianya yang ke-46, IAI telah beranggotakan lebih dari 9000 arsitek yang terdaftar melalui 26 kepengurusan daerah dan 2 kepengurusan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. IAI aktif dalam kegiatan internasional melalui keanggotaannya di ARCASIA (Architects Regional Council of Asia) sejak tahun 1972 dan di UIA (Union Internationale des Architectes) sejak tahun 1974, serta AAPH (Asean Association Planning and Housing) di mana IAI merupakan salah satu pendirinya. Di dalam negeri pun selain bermitra dengan pemerintah, IAI tetap aktif bergaul dengan asosiasi profesi lain, seperti melalui keanggotaan dalam Lembaga Pegembangan Jasa Konstruksi dan Forum Asosiasi Profesi Jasa Konstruksi. Sejarah berdirinya IAI Di penghujung tahun 50-an dikeluarkan instruksi membentuk Gabungan Perusahaan Sejenis yang dimaksudkan selain untuk memudahkan komunikasi antara pemerintah dengan dunia pengusaha, juga diharapkan dapat menentukan suatu standar kerja bagi para pelakunya. Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa pemerintah sebagai pemberi tugas paling besar pada masa itu, dapat memastikan perolehan barang dan jasa yang bermutu. Penataan di bidang usaha perencanaan dan pelaksanaan pembangunan fisik diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Pada bulan April 1959, Menteri mengadakan suatu Konferensi Nasional di Jakarta untuk membentuk Gabungan Perusahaan Perencanaan dan Pelaksanaan Nasional (GAPERNAS). Konferensi ini dihadiri oleh beberapa arsitek, baik tua maupun muda (baru lulus) dari berbagai lingkup kegiatan. Dalam konferensi tersebut, para arsitek yang mewakili bidang perencanaan merasa sangat tidak puas karena mereka berpendapat bahwa kedudukan perencanaan dan perancangan tidaklah sama dan tidak juga setara dengan pelaksanaan. Pekerjaan perencanaan- perancangan berada di dalam lingkup kegiatan profesional (konsultan), yang mencakupi tanggung jawab moral dan kehormatan perorangan yang terlibat, karena itu tidak semata-mata berorientasi sebagai usaha yang mengejar laba (profit oriented). Sebaliknya pekerjaan pelaksanaan (kontraktor) cenderung bersifat bisnis komersial, yang keberhasilannya diukur dengan besarnya laba. Lagi pula tanggung jawabnya secara yuridis/formal bersifat kelembagaan atau badan hukum, bukan perorangan, serta terbatas pada sisi finansial saja. Waktu itu, Ir. Soehartono Soesilo yang mewakili biro arsitektur PT Budaya dan Ars. F. Silaban tidak bisa berbuat apa-apa. Ketidakpuasan mereka terpendam dalam hati, akan tetapi justru pertemuan dan ketidakpuasan itulah yang kemudian memicu lahirnya organisasi profesi bagi para arsitek Indonesia. Di gedung Harmonie Jakarta itulah mereka sepakat berbagi tugas untuk mengadakan pertemuan lagi dengan mengajak rekan-rekan arsitek lainnya. Ars. F. Silaban akan menghubungi para arsitek senior, sedangkan Ir. Soehartono Soesilo akan menggalang para arsitek muda lulusan ITB yang hingga tahun 1958 itu telah meluluskan 17 orang arsitek muda. Ars. F. Silaban adalah seorang arsitek otodidak; pendidikan formalnya hanya setingkat STM, tetapi ketekunannya membuahkan beberapa kemenangan sayembara perancangan arsitektur, sehingga dunia profesi pun mengakuinya sebagai arsitek. Pada waktu itu dia masih menjabat sebagai Kepala Pekerjaan Umum Bogor. Di samping jabatannya itu, dia pun berpraktik sebagai arsitek, dan telah memenangkan sayembara Gerbang Taman Makam Pahlawan Kalibata (1953) dan perancangan Mesjid Istiqlal (1954), dan sedang mengerjakan beberapa gedung milik Bank Indonesia di Jakarta. Soehartono Soesilo lulus dari ITB tahun 1958 dan langsung bekerja di biro arsitek Budaya di Bandung yang didirikan oleh ayahnya, Ars. M. Soesilo. Selama revolusi kemerdekaan, dia bergabung dalam Polisi Tentara (CPM) di Resimen Tangerang dan setelah penyerahan kedaulatan, dia kembali melanjutkan sekolah. Ketika masih mahasiswa tahun pertama, dia memrakarsai pendirian Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma dan menjadi ketua pertamanya. Jelaslah, walaupun masih muda, tetapi kesadaran profesionalnya sudah matang. Akhir kerja keras dua pelopor ini bermuara pada pertemuan besar pertama para arsitek dua generasi di Bandung pada tanggal 16 dan 17 September 1959. Pertemuan ini dihadiri 21 orang, tiga orang arsitek senior, yaitu: Ars. F. Silaban, Ars. Mohammad Soesilo, Ars. Lim Bwan Tjie dan 18 orang arsitek muda lulusan pertama Jurusan Arsitektur ITB tahun 1958 dan 1959. Pertemuan pertama diadakan di Jalan Wastukancana, di rumah saudara Ars. Lim Bwan Tjie di seberang pompa bensin Wastukancana, ini dilakukan sebagai penghormatan kepada beliau, arsitek paling senior. Menjelang malam kedua, tanggal 17 September, pertemuan dipindah ke rumah makan Dago Theehuis (sekarang Taman Budaya Jawa Barat) di Bandung Utara agar suasananya lebih netral. Dalam kedua pertemuan tersebut dirumuskan tujuan, cita-cita, konsep Anggaran Dasar dan dasar-dasar pendirian persatuan arsitek murni, sebagai yang tertuang dalam dokumen pendiriannya, Menuju Dunia Arsitektur Indonesia yang Sehat. Pada malam yang bersejarah itu resmi berdiri satu-satunya lembaga tertinggi dalam dunia arsitektur profesional Indonesia dengan nama: Ikatan Arsitek Indonesia. ARSITEK DALAM KONSULTAN PERENCANA Hirarki profesi arsitek dalam konsultan perencana Sumber : Kuliah Umum Bersama Manajemen Bagi Arsitektur ( Pembicara : Ir. Sulistyo Wicaksono, IAI ) Berdasarkan Kep. Dir. Jen Cipta Karya Dep. PU no. 023/KPT S/CK/1992 yang disebut Perencana/Konsultan Perencana adalah perorangan atau badan hukum yang melaksanakan tugas konstruksi dalam bidang perencanaan karya bangunan atau perencanaan lingkungan beserta kelengkapannya. Adapun tugas konsultan perencana adalah : - Membuat skema/konsep pemikiran awal (maksud & tujuan). - Membuat desain pra-rencana (situasi, denah, tampak & potongan). Termasuk di dalamnya pekerjaan penyelidikan data lapangan/kondisi tapak/lingkungan, menyusun usulan kerja (uraian tentang persyaratan setempat). - Membuat gambar pelaksanaan lapangan, gambar detail dan bestek (uraian Rencana Kerja dan Syarat). - Mengikuti penjelasan gambar rencana dan bestek pekerjaan (Aanwijsing). - Mengikuti proses pelelangan pekerjaan (tender). - Melakukan pengawasan berkala (kesesuaian bestek pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan, dan kesesuaian dari sudut arsitektur). Lingkup Pekerjaan Pokok Konsultan Perencana dan Perancangan menurut “ Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Pemberi Tugas Ikatan Arsitek Indonesia tahun 1991 “ : Tahap Konsepsi Perancangan Pemberi tugas diharapkan untuk memberikan informasi dan data-data kepada arsitek tentang maksud dan tujuan proyek. Arsitek akan mengolah data-data serta informasi yang diterimanya dan menyusun suatu Program Rancangan yang akan digunakan sebagai dasar perancangan setelah diperiksa dan disetujui oleh Pemberi Tugas. Tahap Pra-perancangan Tahap Penyusunan Pra-Rancangan ini arsitek akan mencari konsepsi dasar desain/rancangan yang terbaik yang mampu memenuhi persyaratan Program Rancangan. Pola dan bentuk arsitektur bangunan diwujudkan dalam bentuk gambar dan nilai fungsional dalam bentuk diagram-diagram. Informasi penggunaan bahan dan system, biaya dan waktu pelaksanaan pembangunan disajikan dalam bentuk laporan tertulis. Tahap Rancangan Pelaksanaan Sasaran rancangan pelaksanaan adalah : - Untuk memastikan dan menguraikan ukuran serta wujud karakter proyek secara menyeluruh dan terpadu. - Untuk mematangkan konsepsi desain/rancangan secara keseluruhan, terutama ditinjau dari keselarasan system yang terkandung di dalamnya baik dari segi kelayakan dan fungsi, estetika dan ekonomi bangunan. - System konstruksi/struktur bangunan dan instalasi teknik mekanikal dan elektrikal dipertimbangkan kelayakan baik secara tersendiri maupun secara menyeluruh. Tahap Pembuatan Dokumen Pelaksanaan Sasaran pembuatan dokumen pelaksanaan : - Untuk memperoleh kejelasan teknik pelaksanaan pembangunan, agar supaya konsep desain/rancangan yang tercermin dalam rancangan tetap diwujudkan secara fisik dengan baik. - Untuk memperoleh kejelasan kuantitatif, agar supaya biaya dan waktu pelaksanaan pembangunan dapat dihitung dengan seksama dan dapat dipertanggungjawabkan. - Untuk melengkapi kejelasan teknis dalam bidang administrasi pelaksanaan pembangunan dan memenuhi persyaratan juridis yang terkandung dalam Dokumen Pelelangan dan Dokumen Kontrak. Arsitek akan menyajikan Dokumen Pelaksanaan dalam bentuk gambar kerja dan tulisan spesifikasi dan syarat-syarat teknik pembangunan yang jelas, lengkap dan teratur. Tahap Pelelangan Sasaran pelelangan : - Untuk memperoleh penawaran biaya dan waktu pelaksanaan pembangunan yang wajar dan memenuhi syarat sehingga pelaksanaan pembanguna dapat dilakukan dengan baik. Tahap Pengawasan Berkala Sasaran pengawasan berkala adalah : - Untuk membantu pemberi tugas dalam merumuskan kebijakan pada waktu pelaksanaan pembangunan, khususnya masalah-masalah yang erat hubungannya dengan rancangan yang dibuat oleh arsitek. - Untuk membantu Pelaksana, Pengawasan terpadu yang ditunjuk pemberi tugas khususnya dalam menghadapi masalah pelaksanaan pembangunan yang erat hubungannya dengan rancangan yang dibuat oleh arsitek. - Untuk ikut memastikan bahwa pelaksanaan pembangunan dilakukan sesuai dengan ketentuan kualitatif yang terkandung dalam rancangan yang dibuat oleh arsitek. Posisi arsitek di dalam suatu konsultan perencana adalah sebagai konseptor dasar dari suatu proyek. Pada pelaksanaan proyek sendiri arsitek bertindak sebagai team leader yang membawahi beberapa divisi dari bidang keilmuan selain arsitektur. Missal membawahi bag. Sipil, Mechanical Engineering, dll. Keahlian yang dibutuhkan arsitek dalam suatu konsultan perencana adalah : - Keahlian dalam manajemen pribadi dikarenakan arsitek akan bertindak sebagai team leader suatu proyek. - Mengetahui tentang peraturan yang berlaku serta melaksanakan kode etik dan kaidah tata laku profesi arsitek. - Mampu mengeksplorasi dan menampilkan ide-ide kreatif dalam hal desain tanpa melupakan lingkungan binaan di sekitarnya. Tanggung jawab seorang arsitek dalam Konsultan Perencana menurut “ Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Pemberi Tugas Ikatan Arsitek Indonesia tahun 1991 “ : - Arsitek bertanggung jawab untuk kerugian atas kesalahan yang dibuat oleh arsitek atau orang yang bekerja kepadanya pada waktu pelaksanaan tugas. - arsitek tidak bertanggung jawab atas hasil pekerjaan perancangan ataupun pengawasan yang dilakukan oleh Ahli-ahli khusus lain. - Tanggung jawab arsitek untuk kesalahan – kesalahan tidak dapat lebih besar dari jumlah imbalan jasa yang harus diterima olah ahli untuk melaksanakan tugasnya. - Setelah tanggung jawab dari arsitek akan gugur dengan sendirinya tiga tahun setelah tanggal penyelesaian bagian terakhir dari penugasan. ARSITEK DALAM KONSULTAN PENGAWAS Konsultan Pengawasan adalah badan hukum/perusahaan yang bergerak dalam pengawasan menyeluruhan dari awal sampi akhir pelaksanaan pembangunan dan meliputi seluruh bidang-bidang keahlian yang diperlukan. (Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Pemberi Tugas Ikatan Arsitek Indonesia tahun 1991) Posisi arsitek dalam Konsultan Pengawas mewakili pihak pemberi tugas dalam segala hal yang menyangkut pengawasan dan pemanduan antara kesesuaian antara gambar bestek, syarat teknis dalam pelaksanaan proyek. Arsitek juga bertugas sesuai keahliannya mengawasi seluruh kegiatan konstruksi mulai dari persiapan, penggunaan, mutu bahan/material, pelaksaan pekerjaan, dan finishing hasil pekerjaan sebelum diserahkan kepada pemberi tugas. Tugas Konsultan Pengawas menurut “Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Pemberi Tugas Ikatan Arsitek Indonesia tahun 1991 (pasal 15)” : A. Pengelolaan Pengawasan mencakup : Pengendalian umum atas pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh pemborong. Pengelolaan di dalam organisasi pemborong bukan menjadi tanggungjawab Pengawas. Pengesahan Sub. Pemborong meliputi penelitian kemampuan teknis keuangan maupun administrasi dari yang bersangkutan. Menetapkan, meyediakan dan mengkoordinir tenaga ahli khusus meliputi bidang keahlian yang diperlukannya untuk melaksanakan tugas pengawasan tersebut. Meminta keputusan arsitek perencana tentang hal-hal yang menyangkut estetika dan perubahan-perubahan yang perlu dilakukan. Meminta penjelasan tentang hal-hal yang kurang jelas dalam rancangan kepada perancang. B. Pengawasan Teknik : 1. Melakukan pengawasan kualitas atas bahan, tenaga, peralatan, hasil pekerjaan, serta waktu dan cara pelaksanaan sesuai dengan perjanjian pemborongan. 2. Melakukan pengawasan kualitas atas bagian-bagian pekerjaan sesuai dengan perjanjian pemborongan. Posisi arsitek dalam konsultan pengawasan bertindak sebagai pimpinan pada pelaksanaan proyek di lapangan. Arsitek bertanggung jawab penuh terhadap proses pelaksanaan proyek dari tahap awal sampai akhir. Hak dan Wewenang Konsultan Pengawas yang ditetapkan dalam “Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Pemberi Tugas Ikatan Arsitek Indonesia tahun 1991 : Segala bentuk komunikasi antara Pemberi Tugas atau Perancang dengan pemborong harus melalui Pengawas. Mengeluarkan perintah-perintah, teguran dan peringatan kepada Pemborong. Menentukan Penilaian Mutu atas bahan-bahan, tenaga, peralatan dan pekerjaan Pemborong. ARSITEK DALAM PERUSAHAAN PENGEMBANG PERUMAHAN (REAL ESTATES DEVELOPMENT) Perusahaan pengembang perumahan merupakan perusahaan yang membangun perumahan beserta kelengkapan fasilitasnya pada sebidang lahan untuk kemudian dijual kepada konsumen. Perusahaan ini juga melakukan pengelolaan terhadap kawasan proyeknya. Dalam perusahaan ini arsitek berperan sangat penting sebagai perencana keseluruhan kawasan. Posisi arsitek dalam perusahaan berada di departemen perencanaan, tetapi tidak menutup kemungkinan arsitek juga bisa berada di departemen lain, seperti departemen marketing maupun departemen proyek. Tugas Arsitek dalam Developer : - Merencana suatu kawasan ( perumahan ) secara umum beserta fasilitas penunjang lainnya. - Pengawasan terhadap pelaksanaan proyek dari tahap awal sampai akhir. - Arsitek dapat bertindak sebagai marketing, dalam hal ini untuk mempresentasikan produk perumahan kepada calon pembeli. - Setelah berproses dalam kariernya seorang arsitek juga dapat menduduki sebagai Project Manager / General Manager yang bertugas sebagai team leader dalam perusahaan developer. Selain itu juga bertanggung jawab terhadap keseluruhan divisi – divisi lain dalam perusahan developer tersebut. Keahlian yang diperlukan seorang arsitek yang bekerja di perusahaan Developer : - Keahlian dalam mendesain suatu kawasan beserta fasilitas penunjangnya. Selain itu juga harus memperhatikan lingkungan binaan di sekitarnya. - Keahlian dalam komunikasi dengan calon pembeli. Ilmu ini diterapkan bagi arsitek yang bekerja pada divisi marketing. Ini dikarenakan arsitek harus mempresentasikan produknya kepada calon pembeli. - Keahlian di bidang manajemen bagi arsitek yang menempati posisi sebagai Project Manager / General Manager. Ilmu ini perlu dikuasai dikarenakan dibutuhkannya keahlian untuk mengatur keseluruhan divisi pada perusahaan Developer. PANDANGAN PARA ARSITEK MENGENAI PROFESI ARSITEK PROFESIONAL DAN PERANNYA DALAM DUNIA KERJA Dalam wawancara mengenai profesi arsitek dan perannya dalam dunia kerja serta pandangan terhadap mahasiswa arsitektur dalam menapaki dunia kerja profesional ini dilaksanakan kepada Ir. Pudjo Raharjo, MSP, IAI (Direktur PT. Sarana Budi), Ir. R. Sulistyo Wicaksono, IAI ( General Manager PT. Karunia Sarana Binangun ), Ir. Budhy Manan, MT ( Direktur PT. Prosys Engineers International ) diambil analisa sebagai berikut : Pertanyaan untuk wawancara Ir. Pudjo Raharjo, MSP, IAI Ir. R. Sulistyo Wicaksono, IAI Ir. Budhy Manan, MT Pandangan terhadap mahasiswa teknik arsitektur dilihat dari kesiapan kerja secara profesional setelah meraih gelar sarjana teknik Mahasiswa arsitektur masa kini belum begitu berpengalaman untuk terlibat langsung dalam suatu proyek dikarenakan keterbatasan kemampuan dalam merencana dan pengetahuan ilmu arsitektur. Mahasiswa arsitektur sekarang belum siap dilihat dari kemampuan dan pengalaman. Kurikulum di perkuliahan arsitektur yang belum sepenuhnya membekali mahasiswa pengetahuan dan pengalaman untuk dapat terjun langsung di dunia kerja. Mahasiswa arsitektur masa kini tidak siap menjadi tenaga profesional karena ilmu yang didapat diperkuliahan tidak langsung bisa diterapkan di lapangan. Sehingga lulusan baru sarjana teknik arsitektur tidak pernah dilibatkan langsung secara intens dalam suatu proyek. Yang perlu dipersiapkan Sarjana Arsitektur untuk memulai karier sebagai seorang Arsitek profesional Membekali diri dengan cara memperdalam pengetahuan ilmu arsitektur dan melakukan magang ( praktek kerja ) kepada arsitek yang lebih senior agar didapat pengalaman secara nyata dalam suatu proyek Sarjana teknik arsitektur harus merintisa karier sedini mungkin dengan menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk dapat bersaing dengan para arsitek muda lainnya. Dengan cara meningkatkan keahlian, wawasan dan teknologi di bidang arsitektur. Sarjana arsitektur harus bergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia ( IAI ) sebagai wujud nyata keseriusan menjalankan profesi arsitek secara profesional di dalam dunia kerja. Langkah-langkah yang harus dipersiapkan sebagai berikut : Penguasaan yang baik tentang ilmu arsitektur karena berkaitan erat dengan maksimal atau tidaknya sebuah karya arsitektur. mempunyai portofolio yang excellent sehingga memudahkan calon pemberi tugas untuk melihat karya-karya yang pernah dibuat. Pandangan mengenai profesi arsitek profesional dan perannya dalam dunia kerja Profesi arsitek harus mampu melayani kepentingan masyarakat luas dan memperhatikan lingkungan binaan di wilayah proyek yang direncanakan. Profesi arsitek adalah sebagai pelayanan jasa bagi klien yang membutuhkan ide kreatif dalam perencanaan dan perancangan arsitektur Profesi arsitek adalah sebagai perantara untuk menangkap keinginan dari pemberi tugas untuk diwujudkan dalam gambar rancangan serta mampu memberikan nasehat mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam suatu proyek kepada pemberi tugas. Pandangan mengenai arsitek profesional Wujud profesional seorang arsitek ditunjukkan melalui eksistensi dalam karya-karyanya serta tergabung dalam asosiasi resmi arsitek Indonesia dalam hal ini IAI. Selalu mengembangkan diri melalui karya-karyanya dan menambah ilmu di bidang arsitektur. Seorang arsitek profesional menjalankan profesi dilandasi oleh prinsip-prinsip etika yang menuntut seorang profesional memelihara tata laku standar yang ditetapkan oleh hukum. Arsitek profesional harus mampu terus berkarya dab tergabung dalam asosiasi arsitek dan dibatasi oleh kode etik dan kaidah tata laku profesi arsitek. Arsitek profesional harus memiliki kemampuan meng-exposure dirinya serta dilengkapi dengan aspek-aspek pendukung semacam persyaratan legal formal dalam bentuk sertifikasi keahlian dari asosiasi arsitek. Pandangan mengenai kepuasan kerja menjadi arsitek profesional Mampu mengungkapkan kebenaran kepada pemberi tugas dalam hal ini pemerintah. Kepuasan kerja menjadi arsitek profesional adalah ketika, selalu berkarya mempersembahkan yang terbaik dan tidak cepat puas. arsitek mampu mengeksplorasi dan menterjemahkan keinginan pemberi tugas secara maksimal dalam bentuk karya terbaiknya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Seorang arsitek profesional harus bergabung dalam asosiasi resmi arsitek dalam hal ini IAI. Ini menunjukkan adanya setifikasi legalitas seorang arsitek untuk mendapat ijin berkerja sebagai arsitek profesional. Peran Arsitek dalam dunia kerja arsitektur dapat berada di Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, Developer. Tugas arsitek dalam Konsultan Perencana : Membuat skema/konsep pemikiran awal (maksud & tujuan). Membuat desain pra-rencana (situasi, denah, tampak & potongan). Termasuk di dalamnya pekerjaan penyelidikan data lapangan/kondisi tapak/lingkungan, menyusun usulan kerja (uraian tentang persyaratan setempat). Membuat gambar pelaksanaan lapangan, gambar detail dan bestek (uraian Rencana Kerja dan Syarat). Mengikuti penjelasan gambar rencana dan bestek pekerjaan (Aanwijsing). Mengikuti proses pelelangan pekerjaan (tender). Melakukan pengawasan berkala (kesesuaian bestek pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan, dan kesesuaian dari sudut arsitektur). Keahlian yang dibutuhkan arsitek dalam suatu konsultan perencana adalah : Keahlian dalam manajemen pribadi dikarenakan arsitek akan bertindak sebagai team leader suatu proyek. Mengetahui tentang peraturan yang berlaku serta melaksanakan kode etik dan kaidah tata laku profesi arsitek. Mampu mengeksplorasi dan menampilkan ide-ide kreatif (selalu berkarya) dalam hal desain tanpa melupakan lingkungan binaan di sekitarnya. Tugas arsitek dalam Konsultan Pengawas : Pengendalian umum atas pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh pemborong. Pengelolaan di dalam organisasi pemborong bukan menjadi tanggungjawab Pengawas. Pengesahan Sub. Pemborong meliputi penelitian kemampuan teknis keuangan maupun administrasi dari yang bersangkutan. Menetapkan, meyediakan dan mengkoordinir tenaga ahli khusus meliputi bidang keahlian yang diperlukannya untuk melaksanakan tugas pengawasan tersebut. Meminta keputusan arsitek perencana tentang hal-hal yang menyangkut estetika dan perubahan-perubahan yang perlu dilakukan. Meminta penjelasan tentang hal-hal yang kurang jelas dalam rancangan kepada perancang. Hak dan Wewenang Konsultan Pengawas : Segala bentuk komunikasi antara Pemberi Tugas atau Perancang dengan pemborong harus melalui Pengawas. Mengeluarkan perintah-perintah, teguran dan peringatan kepada Pemborong. Menentukan Penilaian Mutu atas bahan-bahan, tenaga, peralatan dan pekerjaan Pemborong. Tugas arsitek dalam Developer : Merencana suatu kawasan ( perumahan ) secara umum beserta fasilitas penunjang lainnya. Pengawasan terhadap pelaksanaan proyek dari tahap awal sampai akhir. Arsitek dapat bertindak sebagai marketing, dalam hal ini untuk mempresentasikan produk perumahan kepada calon pembeli. Setelah berproses dalam kariernya seorang arsitek juga dapat menduduki sebagai Project Manager / General Manager yang bertugas sebagai team leader dalam perusahaan developer. Selain itu juga bertanggung jawab terhadap keseluruhan divisi – divisi lain dalam perusahan developer tersebut. Keahlian yang diperlukan seorang arsitek yang bekerja di perusahaan Developer : Keahlian dalam mendesain suatu kawasan beserta fasilitas penunjangnya. Selain itu juga harus memperhatikan lingkungan binaan di sekitarnya. Keahlian dalam komunikasi dengan calon pembeli. Ilmu ini diterapkan bagi arsitek yang bekerja pada divisi marketing. Ini dikarenakan arsitek harus mempresentasikan produknya kepada calon pembeli. Keahlian di bidang manajemen bagi arsitek yang menempati posisi sebagai Project Manager / General Manager. Ilmu ini perlu dikuasai dikarenakan dibutuhkannya keahlian untuk mengatur keseluruhan divisi pada perusahaan Developer. Kesimpulan dari hasil analisa wawancara yang dilakukan kepada beberapa tokoh arsitek adalah sebagai berikut : Pandangan terhadap mahasiswa teknik arsitektur dilihat dari kesiapan kerja secara profesional setelah meraih gelar sarjana teknik Mahasiswa arsitektur belum siap dalam menghadapi dunia kerja dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman di bidang arsitektur dan dunia kerja ( praktek kerja ). Kurikulum di perkuliahan arsitektur yang belum sepenuhnya membekali mahasiswa pengetahuan dan pengalaman untuk dapat terjun langsung di dunia kerja. Yang perlu dipersiapkan Sarjana Arsitektur untuk memulai karier sebagai seorang Arsitek profesional Sarjana arsitektur harus membekali diri dengan wawasan, teknologi di bidang arsitektur serta meng-exposure kemampuan terbaiknya di bidang arsitektur agar dapat bersaing dengan arsitek muda lainnya. Bergabung dalam aosiasi resmi arsitek untuk menunjukkan keseriusan bekerja sebagai arsitek profesional. Pandangan mengenai profesi arsitek profesional dan perannya dalam dunia kerja Profesi arsitek adalah sebagai perantara untuk menangkap keinginan dari pemberi tugas yang diwujudkan dalam gagasan kreatif ( gambar rancangan ). Mampu melayani kepentingan masyarakat luas dan memperhatikan lingkungan binaan di wilayah proyek yang direncanakan. Pandangan mengenai arsitek profesional Seseorang dapat dikatakan menjadi seorang arsitek profesional apabila selalu terus berkarya dan dilengkapi dengan persyaratan legal formal dalam bentuk sertifikasi keahlian dari asosiasi arsitek. Ini menunjukkan bahwa arsitek profesional harus bergabung dalam asosiasi arsitek untuk dapat berkecimpung secara resmi di dunia kerja di bidang arsitektur. Pandangan mengenai kepuasan kerja menjadi arsitek profesional Kepuasan kerja menjadi seorang arsitek apabila mampu memberikan yang terbaik melalui karya-karyanya. Saran Kepada Mahasiswa arsitektur yang kelak akan meniti karier sebagai arsitek profesional diharapkan menguasai dan memperdalam ilmu akademis di bidang arsitektur secara optimal. Adanya komunikasi yang baik antara institusi pendidikan arsitektur dengan Ikatan Arsitek Indonesia ( IAI ) sebagai asosiasi resmi arsitek Indonesia agar sarjana teknik arsitektur mengetahui langkah-langkah menjadi seorang arsitek profesional. Pendidikan arsitektur di Indonesia diharapkan selalu meningkatkan kualitasnya dalam menghasilkan calon-calon arsitek profesional yang tangguh dan berkualitas. Arsitek profesional Indonesia harus selalu meningkatkan keprofesionalannya dengan mengembangkan diri dalam ilmu dan teknologi di bidang arsitektur. Ini terkait dengan persaingan di era pasar bebas. DAFTAR PUSTAKA Kirana. A.1996,Etika Bisinis Konstruksi,Kanisius,Yogjakarta. Keraf, Sonny.A.2001,Etika Bisnis,Kanisius,Yogjakarta. Budiharjo.E.1997,Jati Diri Arsitek Indonesia,Penerbit Alumni,Bandung. Budiharjo.E.1997,Arsitek dan Arsitektur Indonesia Menyongsong Masa Depan,Penerbit Andi,Yogjakarta. Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Pemberi Tugas Ikatan Arsitek Indonesia.1991. www.iai.or.id

copy( http://eprints.undip.ac.id/20141/ )

Civil Engineering

Civil engineering is a branch of engineering science that studies how to design, build, renovate not only the buildings and infrastructure, but also include the environment for the benefit of human life.
Civil engineering has a broad scope, in which knowledge of mathematics, physics, chemistry, biology, geology, environment until the computer has the role of each. Civil engineering developed in line with the level of human needs and their movements, to be able to say this knowledge can turn a forest into a big city.branches of civil engineering:

    
Structural: The branch that studies the structural problems of the materials used for construction. A form of the building may be made of multiple choice types of materials such as steel, concrete, wood, glass or other materials. Each of these materials has the characteristics of each. Science field studying the structural properties of the material can be selected so that eventually the material which is suitable for the type of the building. In this field studied more in depth issues related to the structural design of buildings, roads, bridges, tunnels of the construction of the foundation until the building is ready for use.

    
Geotechnical: The branch that studies the structure and properties of a wide range of soil and rock in supporting a building that would stand on it. Its scope can be either a field investigation that the investigation into the circumstances of land of an area, laboratory investigations and construction planning of soil and rock, such as: embankment (embankment), excavation (excavation), tunnel soft ground (soft soil tunnel), the tunnel rock (rock / mountain tunnel), dam soil / rock (earth dam, rock fill dam), and others.

    
Construction Management: Branches who studied the problem in construction projects relating to the economy, job scheduling, return on capital, the cost of the project, all matters relating to law and licensing of building up the organization of work in the field so that the building is expected to be completed on time.

    
Hydrology: The branch that studies the water, distribution, control and issue. Include this area among other branches of hydrology (with respect to weather, rainfall, water flow of a river, etc.), hydraulics (the material properties of water, the water pressure, the driving force of the water, etc.) and waterworks such as ports, irrigation, reservoirs / dams ( dam), the canal.

    
Environmental Engineering: The branch that studies issues and environmental issues. This field include, among others, the provision of clean water infrastructure, sewage and waste management, river pollution, noise pollution and air until recovery techniques.

    
Transportation: Branch learn about the transportation system in the planning and implementation. This field include, among others, construction and management of roads, construction of airports, terminals, stations and management.

    
Informatics Civil Engineering: The new branch that studies the application of Computer for computation / modeling a system in development or research project. This field include, among others, exemplified in the form of modeling Structures (Structural of material or CAD), modeling the movement of ground water or waste, environmental modeling with GIS technology (Geographic information system).
Breadth branch of civil engineering makes it very versatile in the world of work. Professions obtained from an expert in this field include: designing / implementing the construction / maintenance of roads, bridges, tunnels, buildings, airports, traffic (land, sea, air), the network system of canals, drainage, irrigation, housing, building , minimization of earthquake losses, environmental protection, water supply, land survey, the financial concept of the project, project management and so on. All aspects of life tercangkup in charge of civil engineering.
Differences of architects, lies in the position of civil engineering experts in a project. Architects donated design, ideas, possible implementation of the development on paper. Results of the draft subsequently submitted to the expert staff in civil engineering for the construction work. This stage, a civil engineering improvement / suggestion of implementation planning, coordination of the project, observing the course of the project to fit the plan. In addition, civil engineering experts also developing the concept of financial and project management on matters that affect the course of the project.
Civil engineering experts are not only dealing with the construction of a building project, but in other fields as related to informatics, allowing for memodelisasi a form with the help of a CAD program, modeling the damage caused by earthquakes, floods. This is particularly important in the developed countries as a benchmark for the feasibility of building a building that has a vital risk can be claimed many human beings as a nuclear reactor or dam, in case of failure of technical planning. The design of the building is typically modeled in the computer with the given factors such as the earthquake threat of the building and collapse the structure of the material. Role of civil engineering experts are also still in effect even though the construction phase of a building has been completed, as is the maintenance of the building facility

tips on becoming a Drafter pro

Drafter at the beginning generally only mastered the knowledge gained from school, after entering the world of industrial work, then a drafter can develop her skills through experience gained in the world of industrial work. The longer a drafter dabbling in the world of industrial work, then the knowledge will grow more mature and able to complete tasks quickly.A drafter usually work after the design is created, for example, he did the detailing of the 3D object into a 2D object which is then presented to the agency or other person employed in the production process.So AutoCAD drafter is someone who has the technical abilities to create images according to the disciplines practiced using equipment or software autocad under their control.AutoCAD drafter become qualified.When we decided to become a drafter, then so be drafter quality, not as long as you, as the work of a drafter would greatly affect the processes of further work, if work drafter is perfect no drawback then the process will run correctly and as expected , but if the result of the work of a drafter less than perfect, the process and the work will not be maximal.For that we are the drafter required to always improve the quality of our personal relation to the application or program AutoCAD which we use and also of skills or abilities that others, knowledge umu else so really we become a drafter of quality, which will be The most important part of an industrial process.How does a drafter to continue memperbaiiki, add skills or personal ability to improve the quality or the quality of work of our drafter:

    
General knowledge, increase public kemapuan us with any information regarding the field we are doing / wrestled, as well as special knowledge about the knowledge that the commands in AutoCAD etc.
    
Practice and try new challenges, like the saying goes "how sharp a knife, if not ever sharpening and use the sharp blade becomes dull knife nan rusty, of course we all do not want our abilities that have at our disposal to be missing nothing left anymore ,
    
Training, follow-peltihan training, workshops, seminars, discussions, etc. can make us more updated information and also add enthusiasm to continue to learn and try new things that sometimes even give effect tremendous benefit.
    
Share, or pass on to others, we do share or convey and teach to others will increasingly give us sharp memories of the command / tool available on the AutoCAD and other benefits are menfaat reward because we've been willing to share useful knowledge.
    
Help and menorolong colleagues AutoCAD others, which incidentally has not mastered the correct program or AutoCAD application.

Consultant Planner

Consultant planner is an individual entity or a legal entity selected by the project owner or contractor to do the planning. On 'practical work where the author' consists of 5 consultant planner, namely: architectural consultant planner. consultant structure. MEP planners buildings. quantity surveyor consultant landscape. architectural planning consultant appointed by the owner, directly under the owner because it plays an important role for the early planning / design concept in terms of architecture and aesthetics of the room. The task of the consultant planner of architecture are: Creating a drawing / design and dimensions of the building are complete with technical specifications, facilities and placement. Determine the specifications of building materials for finishing building this project. Creating drawings plans and technical requirements for the administration of the project. Make a plan and re-images or revised when necessary. Fully responsible for the planning results are made at any time when things happen that are not desirable. Architectural planning consultant can work together with microscopic (Hardscape) as a landscape consultant to plan the layout (design of the park), the aesthetics of the building, and so on. While the quantity surveyor assist the owner in preparing the budget plan (RAB) of architectural planning. Planning consultant structure in charge of planning and designing structures in accordance with the wishes of the owner of the project by the main contractor, both the upper structure and lower structure taking into consideration several things, among others: soil conditions, the function of the building, the shape of the building (in terms of architecture), soil conditions, and conditions natural. The duty and authority structure planning consultants include: Making the entire project based on technical calculations predetermined. Drafting details that include making detailed drawings and details of the volume of work. Provide an explanation for the problems that arise during the construction period. MEP is planning consultant agency or organization who are experts in the fields of mechanical, electrical, and plumbing.The duty and authority planning consultants mechanical, electrical and plumbing are:
1.Merencanakan installation using engine power and electricity as well as a variety of equipment such as air conditioning, lighting fixtures, plumbing, generator, firefighters, telephone, and sound system in accordance with state and function of the building.2. Provide an explanation at the time of the meeting, prepare documents and conduct periodic monitoring implementation and report to the main contractor

Architecture

Architect is an expert in the fields of architecture, engineering expert or experts of the built environment.
The term architect is often interpreted narrowly as a building designer, is the person who is involved in planning, designing, and overseeing construction of the building, whose role is to guide decisions that affect aspects of the building in the astetika, cultural, or social problems. The definition of kuranglah appropriate because the scope of work of an architect is very broad, ranging from the scope of the interior, the scope of the building, the scope of the building complex, to the city and regional scope. Therefore, more precisely defines the architect as an expert in the field of architecture, a design or built environment.
Meaning more generally, the architect is a designer scheme or plan.
"Architect" is derived from the Latin architectus, and from the Greek: architekton (master builder), arkhi (chairman) + tekton (builders, carpenters).
In the application of the profession, architects act as a companion, or a representative of the assignor (owner of the building). Architects must supervise that execution in the field / project according to bestek and agreements that have been made. In a large project, the architect role as directors, and has the right to control the work performed contractors. When a deviation occurs in the field, the architect has the right to stop, ordered the repair or disassemble parts that do not meet the requirements agreed

Architecture and Drafter

AN ARCHITECTUREIt is responsible for planning activities that are tailored to the survey data acquisition and analysis needs and then make it as a concept design. The plan includes architectural plans, construction plans / structural, mechanical and electrical plans, etc. which contains information on the shape, dimension / size, layout, including the type of material required.A DRAFTER OR INTERPRETATION OF FIGURESduty to assist the architects in planning activities. Its activities include the manufacture of working drawings which detail images of drawings / sketches drawn up plans for an architect. Picture detail that covers every detail of the architectural plan, detailed plan of construction / structural, mechanical and electrical plans detail. The detailed picture images will become a reference in the implementation of development activities.Who are who deserve to be called the architect or drafter?Architects must technical personnel / experts who have passed the first strata of architectural or urban design techniques while drafter / draftsman be held an architect for the design of other architects or graduates of vocational technical personnel occupied buildings even those who study the way the images are self-taught.
want to consult about your dream home? you could consult to Drafter upbringing SMK 52 Jakarta1. Today Dian Saputra

  
Pin; 27F1F1FDEmail: haridiansaputra30@gmail.com2. Faiz RoyhanPin: 59DEF61CEmail: Faizroyhan23@gmail.com3. Al FariziPin: 7CCB99F9
Wait what berkonsul please about your dream house